Munafik, hypocrite, atau apalah sebutannya.
Aku mendengar cerita sahabat yang membuatku berpikir
Semua orang itu 'berhak' bersikap munafik
Pemikiran itu berasal dari cerita yang kudengar hari ini dari seorang kawan yang mengemukakan bahwa ia menolak cinta seseorang yang menyukainya karena ada yang lebih sempurna menurutnya, namun di sisi lain malah terlihat seperti bertolak belakang dengan apa yang ia sebut dengan dia menolak cinta. Menurutku itu suatu bentuk perselingkuhan secara tidak langsung karena ia mengaku hanya teman saja tidak lebih.
Lain lagi dari cerita yang lain pula. Seorang sahabat yang rela menunggu jawaban atas keragu-raguannya terhadap seseorang yang selama ini menyita pikirannya, perasaannya, dipermainkanditarik-ulur dengan banyak isyarat yang membacakan bahwa seseorang itu telah memiliki hati lain, dan akhirnya sahabat saya itu memilih untuk berhenti menunggu dan membuka hatinya untuk orang lain. Namun ketika sahabat saya telah memiliki hati yang lain, seseorang itu kembali datang dan mengisyaratkan ketidakrelaannya kepada sahabat saya yang telah dimiliki oleh orang lain. Kemunafikan yang seseorang itu lakukan telah membuatnya sakit sendiri, namun itu kukira pantas untuk perbuatan yang telah seseorang itu lakukan kepada sahabat saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar