Mungkin aku sedang mengulangi kebiasaanku, bermain-main dengan pikiranku sendiri. Tanpa sengaja pemikiran yang pernah kuanggap bodoh sebelumnya, muncul kembali dan beberapa kali membuatku berekspektasi yang macam-macam.
Sebenarnya aku benar-benar tidak menginginkannya, ya pikiran itu. Malas sekali aku mempermainkannya, lebih tepatnya mempermasalahkannya kembali. Bahkan aku sudah menerka bakalnya menyakitkan di akhir certa, seperti biasanya.
Yah, aku memang pengkhayal, pemimpi. Bahkan aku berharap mimpi-mimpi indahku berangsur menjadi nyata. Apa ini egois? Tentu ini hanya egoku. Entah mungkin hanya emosi saja atau bagaimana. Aku hanya bisa membiarkannya berkeliaran di kepalaku, dan membuatnya pusing untuk beberapa saat.
Mungkin aku akan membiarkannya. Membiarkannya berputar-putar hingga ia lelah dan akhirnya pergi...
Minggu, 18 November 2012
Senin, 05 November 2012
Menghapus Debu
Salam jumpa, catatan mayaku yang sepertinya sudah berdebu tebal.
Saat ini aku hanya ingin sekedar meniup debu ini agar terlihat berkilau kembali.
Namun lebih tepatnya, aku kehilangan teman berbicara :)
Saat ini aku sedang berusaha sekuat tenaga, mengumpulkan pressure. Jika ditanya mengapa, jawabannya untuk mengakhiri kemalasanku, kecemasanku, kegalauanku, yah apa lagi kalau bukan menulis.
Bukan sekedar menulis. Tapi ini mengenai akhir perjalanan akademikku.
Emm... Mungkin aku terlalu takut untuk menghadapi kesulitan. Aku malas untuk merasa grogi di depan beliau-beliau. Aku terlalu galau untuk mengharapi "urusan ini dan itu".
Ah! Bagaimanapun itu, harus kulalui.
Aku hanya butuh ya itu yang namanya pressure, yang entah mengapa saat ini belum menyambangi otakku yang suka sekali dipaksa ini.
Saat ini aku hanya ingin sekedar meniup debu ini agar terlihat berkilau kembali.
Namun lebih tepatnya, aku kehilangan teman berbicara :)
Saat ini aku sedang berusaha sekuat tenaga, mengumpulkan pressure. Jika ditanya mengapa, jawabannya untuk mengakhiri kemalasanku, kecemasanku, kegalauanku, yah apa lagi kalau bukan menulis.
Bukan sekedar menulis. Tapi ini mengenai akhir perjalanan akademikku.
Emm... Mungkin aku terlalu takut untuk menghadapi kesulitan. Aku malas untuk merasa grogi di depan beliau-beliau. Aku terlalu galau untuk mengharapi "urusan ini dan itu".
Ah! Bagaimanapun itu, harus kulalui.
Aku hanya butuh ya itu yang namanya pressure, yang entah mengapa saat ini belum menyambangi otakku yang suka sekali dipaksa ini.
Langganan:
Komentar (Atom)