"Isn't anyone try to find me?"
Mendengar kalimat introgatif itu terlantun dari speaker mini komputer
lipat di depanku saat ini, sekejap aku menyadari ada cerita yang amat
menyedihkan yang sudah dan sedang terjadi padaku. Jika aku jabarkan mungkin
akan menjadi salah satu elegi yang amat menyedihkan di dunia ini.
Aku baru saja tersadar akan pikiran-pikiran yang mungkin sebelumnya selalu
aku ingkari. Sebuah keadaan di mana aku berada dalam keramaian namun tak satu
pun orang yang dapat kusentuh, bahkan kusapa sekalipun. Bahkan lagi aku seperti
tertutupi oleh gumpalan kabut yang mengaburkan dan membuat keramaian orang itu
seolah mengabaikanku.
Saat ini aku merasakan situasi yang menempatkanku dalam keadaan kesepian di
tengah keramaian. Sesuatu yang sudah kujalani selama kurang dari setengah dekade
ini kurasa amatlah menyedihkan. Berakhir dengan hilangnya ruangan-ruangan yang
dulu pernah membuatku merasa tidak sendiri. Dan itu semua membuatku berpikir
bahwa ruang-ruang itu tidak permanen. Hanya terbuat dari kata willy nilly untuk menyeragamkan
pikiran-pikiran yang ada di dalamnya.
Bahkan saat ini aku menemukan willy
nilly yang lain melalui ruang-ruang
baru yang lain. Entah saat ini aku sedang dipermainkan (lagi) oleh pikiranku
ataukah memang seperti ini adanya. Dan sebelum makin banyak kesedihan keburukan
yang kucoretkan di laman ini, akan kuakhiri saja pelampiasan hati ini. Mungkin
segera kabut ini tersingkap dan menajamkan kembali pandanganku untuk melihat
kebersamaan yang nyata dan tidak terkurung oleh sekat-sekat ruang willy nilly yang begitu menyakitkan.