Minggu, 02 Juni 2013

Ia yang Kembali

Sepuluh minggu yang lalu ia datang di antara semangatku. Ia goyahkan aku di sela-sela tarikan napasku hingga akhirnya aku terkulai lemah bersama cairan-cairan penyembuh yang dimasukkan ke aliran darah di venaku.

Seminggu yang lalu ia datang kembali, mengusik nyenyaknya mimpi indahku. Kini ia datang bersama udara dingin menyengat yang masuk lewat pori-pori dinding kuning kamarku.

Sejak saat itu, aku mulai menyadari bahwa aku akan merasakannya kembali ketika hawa dingin itu menghampiriku. Dan amat menyedihkan kurasa, menjadi musuh dari hawa pencipta kelelapan mimpi yang sebelum sepuluh minggu yang lalu itu (masih) bersahabat dengan teraturnya helaan napas lelapku.

Kuharap tak akan lama ia kembali, karena ia kembali adalah untuk pergi lagi...

Kamis, 07 Maret 2013

Sampaikanlah, Wahai Neptunus

       Kularungkan sudah pesanku padanya via Neptunus. Semoga tepat terdampar di tepian laut di mana ia berdiri memecah riak-riak yang bergulung lembut dengan ujung-ujung jari kakinya. 
      Radar yang kini kurasa kian melemah kepekaannya, membuatku tenggelam dalam labirin kerinduan yang rumit, entah di mana jalan keluarnya. Imajiku hanya berputar-putar pada titik yang sama, dan sama sekali bergeming, enggan beralih ke titik yang lain.
       Pesan ini berisi keluh kesah kerinduan yang telah membukit, yang dibanjiri oleh hujan-hujan yang aku kumpulkan rintiknya agar tetap terdengar ngiang derasnya di telingaku sebagai pelampiasan rindu. Semua itu siap tumpah ketika lembaran pesan itu tersibak, dan aku berharap akan menjatuhi dan membasahi seluruh permukaan hatinya, tepat.

- inspired by Perahu Kertas -

Jumat, 22 Februari 2013

Ingatlah



Kita pernah ada di satu masa bersama
Walau kini tak sama, jangan lupakan indahnya

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua 
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga 
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa 
Ku 'kan dapat merasakannya

Masih selalu ada cerita lama dan tawa
Masih tersimpan juga sedih saat kau tak ada

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua 
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga 
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa 
Ku 'kan dapat merasakannya

Ku percaya jalanan kita semestinya membawa bahagia

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua 
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga 
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa 
Ku 'kan dapat merasakannya

Ku 'kan selalu merasakannya
 
Kita pernah ada di satu masa bersama...

- Monita Tahalea, 2010 -

Minggu, 17 Februari 2013

Angka Kembar, 22

Ini tentang peringatan ulang tahunku yang ke 22. Ada beberapa cerita pada hari itu, tanggal 15 Februari 2013.
---
Kejutan Pertama
Pukul 03.00 pagi, aku merasa ada yang aneh dengan jendela kamarku. Ternyata aku melihat muka Shelly yang mengetuk-ngetuk jendela sambil berteriak-teriak membangunkanku. Setengah sadar aku beranjak dari ranjang dan membuka pintu kamar kosku. Aku hanya bisa berulang-ulang bersuara "aaaa..." dengan nada bantalku ketika melihal Mbak Ulee, Siwi, Fida, dan Shelly menyanyikan lagu Happy Birthday (dengan nada bantal juga...) sambil membawakan sebuah cake dengan lilin-lilin kecilnya yang menyala sembilan buah. Benar-benar sebelumnya aku sudah hopeless akan hal ini, tapi mereka melakukannya juga untukku, hingga aku kesulitan untuk menuip lilin-lilin itu dan entah saat itu aku berdoa apa sebelum kesembilan lilin itu padam. Sebuah kado kecil pun diberikan oleh Mbak Ulee, sebuah entah apa itu namanya hehe. Dan berlima kami habiskan setengah dari kue itu.
---
Modus Ngeprint
Sekitar pukul 09.00, salah satu dari teman terbaikku, Kaka, datang ke kos setelah sebelumnya mengirimkan pesan akan nebeng ngeprint draft skripsi di kosku. Dan benar saja, ternyata modus itu ia gunakan untuk mengantarkan sebuah bingkisan berisi mug cantik bermotif bunga. Di dalamnya pun berisi ucapan dan doa dalam bahasa Inggris, dan aku tahu itu pasti translate-an dari pacarnya hehe. 
---
Kado Voucer Makan
Siangnya, sekitar pukul 13.00, Eli mengirimiku sebuah pesan bahwa ia akan berkunjung ke kosku untuk menanyakan seputar desain sertifikat yang aku buat tempo hari. Satu jam kemudian ternyata ia datang bersama Wari, tepat ketika aku sedang akan beranjak ke toilet kosan. Lagi-lagi modus sertifikat itu cuma sebagai alasan untuk mengantarkan sebuah kado untukku hehe. Sebuah lampu tidur yang cantik terbungkus rapi, dan dibarengi dengan sebuah perahu kertas berisi ucapan. Kali ini unik! Biasanya orang selalu minta traktiran kepada yang ulang tahun, tapi kali ini Wari dan Eli memberiku traktiran makan yang mereka tulis dalam 4 gulungan kertas, dan aku memilih satu berisi bakso dan es teh, hehe. Inisiatif yang kreatif! 
---
Spesial dari Yang Spesial
Malam harinya, seperti kesepakatan sebelumnya, jika masing-masing dari kami berulang tahun, kami pasti tidak akan mengucapkan melalui media apapun, harus secara langsung! Dan akhirnya kami berdua memutuskan untuk makan malam bersama. Ia ucapkan bersamaan dengan kotak kado manis, dan ketika sampai di kos aku buka berisi sebuah totebag bergambar kartun monyet lucu dan sebuah jilbab cantik. Sebelumnya ia juga bilang bahwa kado itu berisi sesuatu darinya dan juga dari ibunya. 
---
Kue Ultah dari teman-teman A21 ^^


Empat kado spesials ^^

---
Benar-benar angka kembarku kali ini sangat spesial. Mulai dari surprise pertamaku hingga kado-kado dan ucapan-ucapan spesial membuat 22-ku kali ini sangatlah berkesan. Terima kasih yaa Allah, terima kasih kawan-kawan ^^

Selasa, 05 Februari 2013

Teardrops On My Guitar
















Drew looks at me,
I fake a smile so he won't see
That I want and I'm needing everything that we should be
I'll bet she's beautiful, that girl he talks about
And she's got everything that I have to live without

Drew talks to me,
I laugh 'cause it's so damn funny
And I can't even see anyone when he's with me
He says he's so in love, he's finally got it right,
I wonder if he knows he's all I think about at night

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only thing that keeps me wishing on a wishing star
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do

Drew walks by me, can he tell that I can't breathe?
And there he goes, so perfectly,
The kind of flawless I wish I could be
She better hold him tight, give him all her love
Look in those beautiful eyes and know she's lucky 'cause

So I drive home alone, as I turn out the light
I'll put his picture down and maybe
Get some sleep tonight

He's the reason for the teardrops on my guitar
The only one who's got enough of me to break my heart
He's the song in the car I keep singing, don't know why I do
He's the time taken up, but there's never enough
And he's all that I need to fall into.

Drew looks at me, I fake a smile so he won't see...


- Taylor Swift, 2007 -

The Game is Over

Hari ini kumulai dengan sebuah harapan. Dan ketika sudah beberapa kali kurasakan deringan huruf-huruf itu, pada saat itu pula kusadari bahwa permainan ini akan segera berakhir...

Senin, 04 Februari 2013

Sajak Kerinduan

Teman-teman, sahabat-sahabatku yang tersayang, yang tercinta...
     Di sini, di bawah langit ini, kita bersama untuk sekian kalinya, berbagi kehangatan kembali. Mengisi lagi lembar-lembar memori dalam catatan kehidupan kita. Menulis kembali harapan dalam kebersamaan.
     Kurasa tak cukup setengah windu ini untuk mengenal "kita". Malam ini, mari kita nikmati kebersamaan kita yang telah termakan oleh waktu. Mari kita kenang kembali memori-memori kebersamaan kita sebelumnya. Malam ini pula, marilah kita lukiskan harapan-harapan indah kita di antara kedip ribuan bintang yang bergelantungan di atas kita.
     Bersama kilatan-kilatan bunga api ini, kita sampaikan harapan-harapan terindah kita. Kita terbangkan memori-memori terbaik kita, bukan untuk kita lupakan, namun agar kita selalu teringat akan kebersamaan kita saat ini, saat kita menengadah ke atas dan melihat ribuan bintang, dan itu adalah kita, teman. Kita dalam kebersamaan, kita dalam PERSAHABATAN.

Gedong Songo, 19 Januari 2013

     
 ***

     Kutulis dan kuungkapkan sajak sederhana untuk mereka. Mereka yang terhebat. Kawan-kawan super yang pernah kupunya selama ini. Kebersamaan yang tak pernah ingin kulewatkan, kebersamaan yang selalu kurindukan bahkan selalu kuimpikan. Kali ini hanya persoalan waktu yang akan membuatku terperosok dalam kerinduan yang mendalam, nanti. Bahkan rasanya aku ingin memutar kembali waktu dan menjadikan kebersamaan itu abadi. Entah bagaimana caranya, aku hanya ingin. Saat ini aku hanya mampu bersyukur kepada takdir yang telah menggiringku pada kebersamaan itu. Mungkin aku tak akan bisa menulis seperti ini, jika aku terelak dari kebersamaan itu...