Minggu, 02 Juni 2013

Ia yang Kembali

Sepuluh minggu yang lalu ia datang di antara semangatku. Ia goyahkan aku di sela-sela tarikan napasku hingga akhirnya aku terkulai lemah bersama cairan-cairan penyembuh yang dimasukkan ke aliran darah di venaku.

Seminggu yang lalu ia datang kembali, mengusik nyenyaknya mimpi indahku. Kini ia datang bersama udara dingin menyengat yang masuk lewat pori-pori dinding kuning kamarku.

Sejak saat itu, aku mulai menyadari bahwa aku akan merasakannya kembali ketika hawa dingin itu menghampiriku. Dan amat menyedihkan kurasa, menjadi musuh dari hawa pencipta kelelapan mimpi yang sebelum sepuluh minggu yang lalu itu (masih) bersahabat dengan teraturnya helaan napas lelapku.

Kuharap tak akan lama ia kembali, karena ia kembali adalah untuk pergi lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar