Kularungkan sudah pesanku padanya via Neptunus. Semoga tepat terdampar di tepian laut di mana ia berdiri memecah riak-riak yang bergulung lembut dengan ujung-ujung jari kakinya.
Radar yang kini kurasa kian melemah kepekaannya, membuatku tenggelam dalam labirin kerinduan yang rumit, entah di mana jalan keluarnya. Imajiku hanya berputar-putar pada titik yang sama, dan sama sekali bergeming, enggan beralih ke titik yang lain.
Pesan ini berisi keluh kesah kerinduan yang telah membukit, yang dibanjiri oleh hujan-hujan yang aku kumpulkan rintiknya agar tetap terdengar ngiang derasnya di telingaku sebagai pelampiasan rindu. Semua itu siap tumpah ketika lembaran pesan itu tersibak, dan aku berharap akan menjatuhi dan membasahi seluruh permukaan hatinya, tepat.
Pesan ini berisi keluh kesah kerinduan yang telah membukit, yang dibanjiri oleh hujan-hujan yang aku kumpulkan rintiknya agar tetap terdengar ngiang derasnya di telingaku sebagai pelampiasan rindu. Semua itu siap tumpah ketika lembaran pesan itu tersibak, dan aku berharap akan menjatuhi dan membasahi seluruh permukaan hatinya, tepat.
- inspired by Perahu Kertas -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar