Minggu, 18 November 2012

Hujan Malam Ini

Mungkin aku sedang mengulangi kebiasaanku, bermain-main dengan pikiranku sendiri. Tanpa sengaja pemikiran yang pernah kuanggap bodoh sebelumnya, muncul kembali dan beberapa kali membuatku berekspektasi yang macam-macam.
Sebenarnya aku benar-benar tidak menginginkannya, ya pikiran itu. Malas sekali aku mempermainkannya, lebih tepatnya mempermasalahkannya kembali. Bahkan aku sudah menerka bakalnya menyakitkan di akhir certa, seperti biasanya.
Yah, aku memang pengkhayal, pemimpi. Bahkan aku berharap mimpi-mimpi indahku berangsur menjadi nyata. Apa ini egois? Tentu ini hanya egoku. Entah mungkin hanya emosi saja atau bagaimana. Aku hanya bisa membiarkannya berkeliaran di kepalaku, dan membuatnya pusing untuk beberapa saat.
Mungkin aku akan membiarkannya. Membiarkannya berputar-putar hingga ia lelah dan akhirnya pergi...

Senin, 05 November 2012

Menghapus Debu

Salam jumpa, catatan mayaku yang sepertinya sudah berdebu tebal.
Saat ini aku hanya ingin sekedar meniup debu ini agar terlihat berkilau kembali.
Namun lebih tepatnya, aku kehilangan teman berbicara :)

Saat ini aku sedang berusaha sekuat tenaga, mengumpulkan pressure. Jika ditanya mengapa, jawabannya untuk mengakhiri kemalasanku, kecemasanku, kegalauanku, yah apa lagi kalau bukan menulis.
Bukan sekedar menulis. Tapi ini mengenai akhir perjalanan akademikku.

Emm... Mungkin aku terlalu takut untuk menghadapi kesulitan. Aku malas untuk merasa grogi di depan beliau-beliau. Aku terlalu galau untuk mengharapi "urusan ini dan itu".

Ah! Bagaimanapun itu, harus kulalui.

Aku hanya butuh ya itu yang namanya pressure, yang entah mengapa saat ini belum menyambangi otakku yang suka sekali dipaksa ini.

Senin, 30 Januari 2012

Somewhere Over The Rainbow

Ooooo oooooo ohoohohoo
Ooooo ohooohoo oooohoo
Ooooo ohoohooo oohoooo
Oohooo oohoooho ooooho
Ooooo oooooo oooooo
Ooooo oooooo oooooo

Somewhere over the rainbow
Way up high
And the dreams that you dreamed of
Once in a lullaby ii ii iii
Somewhere over the rainbow
Blue birds fly
And the dreams that you dreamed of
Dreams really do come true ooh ooooh
Someday I'll wish upon a star
Wake up where the clouds are far behind me ee ee eeh
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney tops thats where you'll find me oh
Somewhere over the rainbow bluebirds fly
And the dream that you dare to,why, oh why can't I? I iiii

Well I see trees of green and
Red roses too,
I'll watch them bloom for me and you
And I think to myself
What a wonderful world

Well I see skies of blue and I see clouds of white
And the brightness of day
I like the dark and I think to myself
What a wonderful world

The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people passing by
I see friends shaking hands
Saying, "How do you do?"
They're really saying, I...I love you
I hear babies cry and I watch them grow,
They'll learn much more
Than we'll know
And I think to myself
What a wonderful world

Someday I'll wish upon a star,
Wake up where the clouds are far behind me
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney top that's where you'll find me
Oh, Somewhere over the rainbow way up high
And the dream that you dare to, why, oh why can't I? I iiii

Ooooo oooooo oooooo
Ooooo oooooo oooooo
Ooooo oooooo oooooo
Ooooo oooooo oooooo
Ooooo oooooo oooooo
Ooooo oooooo oooooo

Sabtu, 28 Januari 2012

Kutipan "If You Were Mine"

Hari itu, entah kapan, aku memasuki salah satu toko buku terkenal di Indonesia. Langsung saja aku menghampiri rak novel terjemahan, memilah dan memilih, emmmm belum ada yang menarik hati. Aku bergeser ke rak novel remaja, dan menemukan salah satu novel remaja yang judulnya "If You Were Mine", ditulis oleh Clara Canceriana. Seperti biasa, aku membalik buku dan membaca tulisan di cover belakangnya. Dan benar saja, terdapat sebuah cuplikan yang kata-katanya menarik perhatianku.

"Kamu adalah jawaban bagi semua pertanyaan, alasan di semua hal terbaik dalam hidup, harapan bagi mimpi-mimpiku, kekuatan saat aku sendiri meragukan kemampuanku. Jadi, salahkah jika aku tak ingin siapapun memilikimu? Atau haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku?"

Jumat, 27 Januari 2012

Silam

Mengintip sedikit ke belakang, aku melihat beberapa hal yang pernah membuatku tersenyum. Kini kukenang, dan aku tersenyum kembali.
Aku senang, mengingat apa yang pernah membuatku merasa bahagia, bahkan kini aku masih mengingatnya di kala aku merasa pikiranku sepi akan hal-hal yang membuatku tersenyum.
Mungkin memang itu tujuan Tuhan menciptakan apa yang disebut-sebut kenangan itu, untuk dikenang kembali untuk cerminan melangkah ke depan. Ini bukan berarti pikiranku akan serta merta berubah, namun aku hanya ingin saja sekedar mengingat, hanya mengingat.
Aku tak berharap ingatanku itu akan mengubah jalan pikiranku saat ini. Namun sayangnya, peluang-peluang Tuhan itu banyak, teramat banyak.

Kamis, 26 Januari 2012

(Masih) Tentang Pikiranku Sendiri

Semakin kacau saja jalan pikiranku, entah itu memang hanya pikiranku yang kalut saja atau memang keadaannya seperti itu. Mungkin, hmmm bukan mungkin lagi, memang sudah jelas tombak yang tajam itu mengenaiku, tapi aku tetap saja "sok" kuat berdiri menahan sakit dan mengguyur pikiranku yang terbakar dengan motivasi-motivasi yang tiba-tiba saja menghujan.
Segalanya berubah kini, dan aku masih berada dalam kepura-puraan hanya untuk bertahan, tapi memang aku bersikeras untuk bertahan! Dan menahan! Walaupun untuk itu aku harus menuruni anak tangga egoku sebanyak beribu-ribu turunan dengan cepat, bahkan terjun. 
Sisi lain itu memang banyak, sekali malah. Namun aku berpikir layaknya usiaku saja, usia yang sudah seharusnya mengandalkan anugerah Tuhan yang sering disebut-sebut kesabaran itu. Hanya itulah pelindungku saat ini.
Dan di balik itu semua aku masih berusaha mengunci hujan di sudut mataku hingga akan jatuh pada saat yang tepat, tentunya dengan alasan bukan jatuh karena ada mendung, tetapi jatuh untuk meng-ada-kan PELANGI .