...
musim kini berlalu berbagai cerita merayu
berpijak di malam yang bertalu
masihku memikirkan dirimu
ku rasakan waktu berlalu tanpa senyummu
sepi yang tlah penuhi hariku
hari ini sayang aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
karna pelukmu akan selalu
membuat diriku jatuh cinta
dalam riuh suasana menyapa
kian menggoda memanja
semua itu tak akan berarti
selama ku jauh dari dirimu
ku angankan waktu berlalu dengan senyummu
sepi yang tak penuhi hariku
hari ini sayang aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
karna pelukmu akan selalu
membuat diriku jatuh cinta
pernahkah kau merasa
berdiri diri tempat yang sama
seperti saat ini ku ada
rindukan nyaman ku ingin sendiri pulang
hari ini sayang aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
karna pelukmu akan selalu
membuat diriku jatuh cinta
membuat diriku jatuh cinta
membuat diriku jatuh cinta
membuat diriku jatuh cinta
...
Oh....lagu ini memang selalu membuat urat-urat rinduku pada rumah tergerak dan segera saja akan membuatku ingat bahwa aku tidak di rumah...
Setiap kali tumpukan kertas dan layar monitor sibuk mengisi otakku, nada-nada kerinduan tiba-tiba saja mengalir di jaringan-jaringan otakku ketika lagu itu bersuara dalam radio tua yang kuambil dari kamar Ayahku dan kubawa sejak awal aku tinggal di kamar sewaan. Sejak awal radio tua itu kubawa, channelnya tidak pernah bergeser dari 101,7 FM.
Mungkin lagu yang disenandungkan Andien benar-benar menjadi Soundtrack of My Life yang akan membuatku begitu rindu dengan tempat yang sangat nyaman dan jauh dari hingar-bingar kota yang selama ini terkadang membuatku sedikit tertekan.
Nada-nada lembut yang ada dalam setiap bait lagu ini, bagiku adalah nada-nada kerinduan, yang selalu membuatku teringat betapa nyamannya berada di tempat yang dinamakan rumah, yang selalu membuatku jatuh cinta dengan indahnya, dengan nyamannya.
Benar-benar akan membuatku banjir air mata ketika segala macam masalah mengikat, ketika kurindukan suara rendah ibuku membangunkanku ketika Subuh, ketika kurindukan nyanyian nostalgia ayahku, yang terkadang kedua hal itu terasa sangat menyebalkan, pun ketika kurindukan perbincangan bersamakakakku yang jarang sekali terjadi.
Teringat pula ketika santapan pagi yang terasa sepi. Tapi tak akan terjadi jika di rumah, di mana ibuku selalu mengajakku segera menuju meja makan dan menyebutkan menu kesukaanku dan menyantapnya bersama sambil menonton siaran pagi hari. Suapan pun beliau lakukan ketika aku benar-benar malas beranjak dari kursi malas di depan televisi.
Banyak sekali, bahkan lebih dari sekali, hal yang tak bisa dan tak pernah kudapati selain di rumah...
Ahh.... kuingin segera pulang.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar