Kamis, 28 Mei 2020

Sabtu.

Siang itu seperti biasa aku berjalan melewati deretan toko bunga dalam perjalanan menuju stasiun komuter. Mataku selalu saja tertuju pada gerombolan favoritku, bunga matahari yang seolah-olah mengatakan ‘selamat siang’ padaku.

Saat itu tiba-tiba dalam benakku muncul satu pertanyaan, kapan ya ada seorang lelaki membeli seikat bunga matahari yang kuning itu kemudian datang memberikannya padaku seraya bertanya ‘maukah kau menikah denganku?’? Hmm.. tak lama kemudian sudut mataku mulai sedikit basah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar