Teman-teman, sahabat-sahabatku yang tersayang, yang tercinta...
Di sini, di bawah langit ini, kita bersama untuk sekian kalinya, berbagi kehangatan kembali. Mengisi lagi lembar-lembar memori dalam catatan kehidupan kita. Menulis kembali harapan dalam kebersamaan.
Kurasa tak cukup setengah windu ini untuk mengenal "kita". Malam ini, mari kita nikmati kebersamaan kita yang telah termakan oleh waktu. Mari kita kenang kembali memori-memori kebersamaan kita sebelumnya. Malam ini pula, marilah kita lukiskan harapan-harapan indah kita di antara kedip ribuan bintang yang bergelantungan di atas kita.
Bersama kilatan-kilatan bunga api ini, kita sampaikan harapan-harapan terindah kita. Kita terbangkan memori-memori terbaik kita, bukan untuk kita lupakan, namun agar kita selalu teringat akan kebersamaan kita saat ini, saat kita menengadah ke atas dan melihat ribuan bintang, dan itu adalah kita, teman. Kita dalam kebersamaan, kita dalam PERSAHABATAN.
Gedong Songo, 19 Januari 2013
***
Kutulis dan kuungkapkan sajak sederhana untuk mereka. Mereka yang terhebat. Kawan-kawan super yang pernah kupunya selama ini. Kebersamaan yang tak pernah ingin kulewatkan, kebersamaan yang selalu kurindukan bahkan selalu kuimpikan. Kali ini hanya persoalan waktu yang akan membuatku terperosok dalam kerinduan yang mendalam, nanti. Bahkan rasanya aku ingin memutar kembali waktu dan menjadikan kebersamaan itu abadi. Entah bagaimana caranya, aku hanya ingin. Saat ini aku hanya mampu bersyukur kepada takdir yang telah menggiringku pada kebersamaan itu. Mungkin aku tak akan bisa menulis seperti ini, jika aku terelak dari kebersamaan itu...

Dalam pertemanan yang terkadang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Terkadang kita diberikan rasa kesepian yang mendalam, jangan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi dari teman kalian atau sahabat mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta, kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara hanya menangkap kekosongan semata. -semoga kita lebih menghargai indahnya kebersamaan-
BalasHapussebuah pertemanan atau persahabatan yang terkadang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba kesendirian terselimuti sepi dan kerinduan, jangan kita bersedih, sebab apa yang kita kasihi dari teman atau sahabat kita mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari pertemanan dan persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta, kasih... untuk teman dan sahabat kita yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara hanya akan menangkap kekosongan semata. -semoga kita menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan-
BalasHapussebuah pertemanan atau persahabatan yang terkadang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba kesendirian terselimuti sepi dan kerinduan, jangan kita bersedih, sebab apa yang kita kasihi dari teman atau sahabat kita mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari pertemanan dan persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta, kasih... untuk teman dan sahabat kita yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara hanya akan menangkap kekosongan semata. -semoga kita menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan-
BalasHapus