Bolehkah kau kusebut mimpi? Aku sudah mempersiapkan jawaban jika nanti kau mengucapkan kata tanya "mengapa".
Jawabannya ada pada kehadiranmu yang aku pun tak bisa menyadari apakah aku sedang terjaga ataukah sedang terbuai dalam pelukan mimpi. Di antara keduanya, mungkin aku lebih memilih jika kau hadir hanya dalam mimpi saja, karena aku akan segera diselamatkan oleh hadirnya pagi dan akan segera melupakanmu sebelum kau hadir kembali dalam mimpi-mimpi selanjutnya.
Aku tak pernah mempertanyakan soal kehadiranmu itu. Aku selalu menganggapnya sebagai salah satu permainan yang dilancarkan oleh pikiranku sendiri. Ya, seperti biasa, karena aku memang suka bermain-main dengan pikiranku sendiri. Aku bisa bahagia bahkan menangis miris karenanya. Jadi akan kubiarkan saja, sampai nanti kau sendiri yang memilih, untuk tinggal atau pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar